JavaScript Menu Powered by ?
Website Resmi Pemerintah Kota Salatiga


Link
LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik)

KPU Kota Salatiga

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kota Salatiga

Badan Pembinaan Hukum Nasional

Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah
 
Berita   Salatiga Nominasi Kota Sehat Nasional

Senin, 12 September 2011
Salatiga Nominasi Kota Sehat Nasional

SALATIGA - Salatiga merupakan daerah yang akan mewakili Jateng dalam penilaian Kota Sehat tingkat nasional. Rencananya tim verifikasi nasional akan berkunjung ke Salatiga pada Rabu (14/9) untuk melakukan kegiatan penilaian. Tim penilai akan mengunjungi rumah sakit, puskemas, sekolah-sekolah dan beberapa pemukiman warga.

Dalam penilaian ini, ada sembilan tatanan aspek kehidupan kesehatan yang dinilai. Meliputi, pemukiman sehat, hutan sehat, pangan dan gizi, perkantoran sehat, tertib lalu-lintas dan transportasi, sehat mandiri, sosial dan ekonomi.

Ketua Forum Kota Salatiga Sehat (FKSS), Rosa Darwanti mengatakan, Kota Salatiga telah mendapatkan pengharagaan dari menteri Kesehatan berupa Swasti Saba Padapa pada tahun 2009. Penilaian penghargaan Kota Sehat dilaksanakan setiap sekali dalam dua tahun.

Ada tingkatan penghargaan sebagai Kota Sehat nasional masing-masing tingkatan paling rendah yaitu Swastisaba Padapa, kemudian Swastisaba Wiwerda, dan paling tinggi adalah Swastisaba Wisatara.

"Dalam perkembangannya Salatiga memiliki enam tatanan yaitu kawasan pemukiman, sarana dan prasarana umum, lalu lintas tertib dan tarnsportasi, ketahan pangan dan giizi, pariwisata sehat, masyarakat sehat yang mandiri, dan kehidupan sosial yang sehat. Dari beberapa aspek itu, Salatiga siap diferivikasi untuk meraih penghargaan Swastisaba Wistara," kata istri mantan Wali Kota Salatiga itu.

Dikatakan, dipilihnya Salatiga maju ke tingkat nasional karena sebelumnya telah menjadi terbaik di Jateng untuk kategori kota. Prestasi Salatiga sebagai kota sehat dan mewakili Jateng menurutnya merupakan kerja keras masyarakat di seluruh Salatiga.

"Mereka dengan kesadaran tinggi menciptakan kota sehat dengan baik, meskipun dari hasil kerja keras itu tidak ada kepedulian dan bantuan dari provinsi maupun pusat. Ini murni kerja masyarakat di Salatiga," katanya.

Rosa mengakui, tim yang bekerja untuk mewujudkan Salataga Kota Sehat hingga maju ke tingkat nasional merupakan pengabdian. Tidak ada kompensasi atau bantuan dana dari pemerintah Jateng maupun pusat.

Dijelaskan dari semua lini yang digerakkan oleh FKSS Salatiga, murni dibiayai APBD Salatiga yang besarnya, hanya Rp 60 juta per tahun. Secara jujur, ia dan pengurus FKSS juga berharap ada bantuan provinsi maupun pusat turun terkait prestasi kota sehat yang diraih Salatiga ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Salatiga, dokter Sovie Haryanti MKes yang juga Sekretaris FKSS Salatiga, juga membenarkan kurang kepedulian pemerintah pusat dan provinsi terhadap kerja keras masyarakat di bawah untuk mewujudkan Salatiga sehat.

"Kami berbekal semangat untuk mewujugakn ini semua. Tentu yang paling utama adalah peran masyarakat. Terkadang nomboki biaya tertentu karena anggaran terlalu kecil," katanya. (Moch. Kundori / CN27 / JB)


Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/09/12/96188

Berita ini telah dibuka sebanyak 4195 kali. 



« Daftar Berita







  Radio Streaming Radio Suara Salatiga
Suara Salatiga
Radio Suara Salatiga 99.9 FM
- Live Streaming -





Info Penting

»Salatiga Dalam Angka Tahun 2009
 (3.081.304 bytes)

»Salatiga Dalam Angka Tahun 2011
 (7.073.363 bytes)

»Salatiga Dalam Angka Tahun 2012
 (8.173.109 bytes)

»Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2011-2016
 (3.880.127 bytes)

»Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tahun 2005-2025
 (482.317 bytes)

»Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2016
 (2.855.027 bytes)

»Data Pembangunan Tahun 2015
 (7.038.446 bytes)

»Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2017
 (3.971.838 bytes)

[Dikirim oleh: Bappeda]


  © 2011-2018 Pemerintah Kota Salatiga   Kontak: humas@salatigakota.go.id